Klasifikasi Unta
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artiodactyla
Famili : Camelidae
Genus : Camelus
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artiodactyla
Famili : Camelidae
Genus : Camelus
Sistem Pencernaan
Unta
berpunuk mampu menghabiskan 30-50 kg makanan dalam satu hari, dalam situasi
yang sulit binatang ini mampu hidup selama satu bulan dengan hanya mengkonsumsi
makanan 2 kg rumput per hari.
Kebanyakan
makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada
unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Gigi dan mulut
binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan
mudah. Perutnya memiliki disain khusus tersendiri sehingga cukup kuat untuk
mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir.
Unta memiliki
bibir yang sangat kuat dan mirip karet yang menjadikannya mampu memakan duri
yang cukup tajam untuk merobek kulit yang tebal sekalipun. Di samping itu, unta
memiliki perut dengan empat bilik, serta sistem pencernaan yang sangat kuat
yang mampu mencerna apa saja yang dimakan unta. Ciri-ciri ini sangat sesuai
bagi binatang yang hidup di iklim sangat kering.
Sistem Ekskresi
Sebagian
besar binatang akan mati keracunan ketika urea yang terakumulasi dalam ginjal
mereka berdifusi ke dalam darah. Akan tetapi unta mampu memaksimalkan
penggunaan air dan zat-zat makanan dengan cara mengalirkan urea berulang-ulang
ke liver. Struktur darah dan sel unta sangatlah unik dan khas sehingga binatang
ini mampu bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama tanpa air di padang
pasir.
Sistem
Sirkulasi
Dinding
sel pada unta memiliki struktur khusus yang mampu mencegah hilangnya air secara
berlebihan. Tambahan lagi, adanya komposisi tertentu pada darah unta mencegah
terjadinya pengurangan laju sirkulasi darah pada saat kadar air dalam tubuh
onta menurun hingga batas minimum. Terdapat pula enzim albumin yang membantu
daya tahan unta terhadap rasa haus. Enzim ini terdapat dalam jumlah yang jauh
lebih banyak dibandingkan pada makhluk hidup yang lain.
Sistem Pernapasan
Ketika bernapas di padang pasir yang panas , system
respirasi unta menyisakan sedikit bekas uap air di dinding rongga hidungnya.
Bahkan uap air yang keluar dari paru-parunya akan diserap kembali oleh tubuh
unta melalui sel khusus yang terdapat di rongga hidungnya. Berkat system
pernapasan yang demikian, unta mampu bernapas panjang saat berjalan jauh di
gurun.
Sistem Reproduksi
Betina mulai masuk masa kawin yaitu pada umur 3 tahun,
sedangkan jantan pada usia 5 atau 6 tahun. Peristiwa kopulasi terjadi selama
7-35 menit. Usia kehamilan unta betina yaitu 15 bulan dan masa asuh anak 1-2
tahun. Musim kawin unta yaitu pada musim dingin dan puncaknya pada musim hujan.
Sistem Gerak
Terdiri atas tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja
sama membentuk sistem gerak. Sistem gerak inilah yang memberi bentuk tubuh,
sebagai alat gerak, jalan, dan berlari serta melakukan berbagai aktivitas
lainnya.
Sistem Endokrin
Sistem endokrin adalah
sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang
tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain.
Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin
mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon. Hormon merupakan
senyawa protein atau senyawa steroid yang mengatur kerja proses fisiologis
tubuh. Pada hewan
vertebrata mayoritas jenis hormonnya mirip dengan manusia.
Sistem Koordinasi
Sistem
Koordinasi merupakan sistem saraf (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul
saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi
tanggapan rangsangan atau sistem yang mengatur kerja semua sistem organ agar
dapat bekerja secara serasi. Sistem koordinasi pada hewan meliputi sistem saraf
beserta indera dan sistem endokrin(hormon). Sistem saraf merupakan sistem yang
khas bagi hewan, karena sistem saraf ini tidak dimiliki oleh tumbuhan. Sistem
saraf yang dimiliki oleh hewan berbeda-beda, semakin tinggi tingkatan hewan
semakin komplek sistem sarafnya.
Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistem ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar. Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron). Fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan.
Sistem
saraf pada mamalia, secara general memiliki tingkat perkembangan yang lebih
tinggi dari kelas lain. Serebrum berukuran lebih besar jika dibandingkan
keseluruhan bagian otak. Serebellum juga berukuran lebih besar dan berlobus
lateral 2 buah. Lobus optikus ada 4 buah, setiap bagian lateralnya dibagi oleh
alur transversal menjadi lobus anterior dan posterior. Otak (Encephalon)
terdiri dari beberapa bagian yang hampir sama dengan vertebrata yang lain,
seperti prosencephalon, lobus opticus, cerebellum dan medulla oblongata.