Morfologi dan Anatomi
Unta
adalah hewan berkuku besar dari Afro-Asia. Ada dua spesies unta yaitu unta dromedari
atau unta berpunuk satu (Camelus dromedaries)
dan unta baktria atau unta berpunuk
dua (Camelus bactrianus). Nama dromedari
sebenarnya diperuntukkan bagi ras khusus yang digunakan sebagai hewan
tunggangan.
Unta
mencapai tinggi 3 m dan tinggi pundak 2,20
m. Kakinya panjang, dan lehernya yang panjang itu bungkuk. Telinganya
kecil, matanya berbulu mata panjang dan hidungnya dapat ditutup sebagai
perlindungan terhadap pasir yang berterbangan. Kakinya terdiri atas dua jari
yang terikat pada telapak dengan suatu lipatan kulit. Pada dada dan
persendiannya terdapat bantalan kapalan. Rumus giginya ialah 1.1.3.3/ 3.1.2.1.
Karena bibirnya berdaging tebal dan di sebelah mulutnya ada papilla-papila
panjang, maka unta dapat memakan makanan keras dan berduri. Hampir semua jenis
tanaman kering dimakannya. Sewaktu makanan melimpah, dipunuknya di timbun
persediaan lemak.
Unta
dromedaryi lebih langsing dari pada unta baktria dan berbulu lebih pendek.
Warnanya juga lebih bervariasi. Tak jarang ada hewan berbercak putih, tetapi
unta dromedary yang putih seluruhnya paling disukai. Pada unta jantan terdapat
kantung tenggorokan yang digelembungkan bila ada betina.
Punuk,
yang dapat mencapai berat maksimal 40 kg, hanya dapat dianggap sebagai
persediaan energy. Seekor unta dromedari tak minum untuk hari depannya,
melainkan sebenarnya untuk masa lampaunya. Ia minum air hanya sebanyak yang
hilang sejak pengisian terakhir, oleh karena berkeringat, buang air kecil, dan
buang air besar. Secara relative, ia hanya kehilangan sedikit air, terutama
oleh karena suhu tubuhnya berubah-ubah. Unta dromedari yang haus dapat
menaikkan suhu badannya dengan 60C tanpa menderita demam. Pada musim
salju dan bila hewan ini tidak sedang haus, variasi suhu badan sehari-hari
hanya 20C .Bulu tebalnya juga memberika perlindungan baik supaya
tidak kehilangan panas.
Seekor
unta dromedary dapat bertahan terhadap sangat berkurangnya air, lebih dari
sepertiga berat badan dapat hilang. Ia dapat hidup lebih lama tanpa air
daripada hewan manapun. Air dihisap dari jaringan dan sel-sel, sedangkan kadar
serum darah hampir konstan, sehingga darah tetap bersirkulasi tanpa halangan.
Unta
baktria yang dijinakkan bertubuh lebih berat dan berbulu lebih panjang daripada
unta dromedari terutama di atas kepala, tengkuk, bahu dan punuk-punuknya. Warnanya
umumnya coklat tua mulus, namun dikenal juga yang berwarna coklat muda bahkan
putih. Unta baktria sangat tahan terhadap iklim dingin. Kulit bulu saljunya
tebal sekali dan ia berganti bulu pada musim semi.
Unta
baktria liar digurun berpasir Mongolia berbeda karena warna gurunnya yang
seragam, kulit bulunya yang lebih tipis, punuk-punuk lebih kecil, perkembangan
yang lemah dari kapalan di kaki dan tak adanya kapalan di dada.
Sumber : Ensiklopedia Mamalia
No comments:
Post a Comment