Monday, May 20, 2013

Hewan Mamalia : UNTA



                         
                


MORFOLOGI

            Unta adalah hewan berkuku besar dari Afro-Asia. Ada dua spesies unta yaitu unta dromedari atau unta berpunuk satu (Camelus dromedaries)  dan unta baktria atau unta berpunuk dua (Camelus bactrianus). Nama dromedari sebenarnya diperuntukkan bagi ras khusus yang digunakan sebagai hewan tunggangan. 

           Unta mencapai tinggi 3 m dan tinggi pundak 2,20  m. Kakinya panjang, dan lehernya yang panjang itu bungkuk. Telinganya kecil, matanya berbulu mata panjang dan hidungnya dapat ditutup sebagai perlindungan terhadap pasir yang berterbangan. Kakinya terdiri atas dua jari yang terikat pada telapak dengan suatu lipatan kulit. Pada dada dan persendiannya terdapat bantalan kapalan. Rumus giginya ialah 1.1.3.3/ 3.1.2.1. Karena bibirnya berdaging tebal dan di sebelah mulutnya ada papilla-papila panjang, maka unta dapat memakan makanan keras dan berduri. Hampir semua jenis tanaman kering dimakannya. Sewaktu makanan melimpah, dipunuknya di timbun persediaan lemak.

          Unta dromedaryi lebih langsing dari pada unta baktria dan berbulu lebih pendek. Warnanya juga lebih bervariasi. Tak jarang ada hewan berbercak putih, tetapi unta dromedary yang putih seluruhnya paling disukai. Pada unta jantan terdapat kantung tenggorokan yang digelembungkan bila ada betina. 

            Punuk, yang dapat mencapai berat maksimal 40 kg, hanya dapat dianggap sebagai persediaan energy. Seekor unta dromedari tak minum untuk hari depannya, melainkan sebenarnya untuk masa lampaunya. Ia minum air hanya sebanyak yang hilang sejak pengisian terakhir, oleh karena berkeringat, buang air kecil, dan buang air besar. Secara relative, ia hanya kehilangan sedikit air, terutama oleh karena suhu tubuhnya berubah-ubah. Unta dromedari yang haus dapat menaikkan suhu badannya dengan 60C tanpa menderita demam. Pada musim salju dan bila hewan ini tidak sedang haus, variasi suhu badan sehari-hari hanya 20C .Bulu tebalnya juga memberika perlindungan baik supaya tidak kehilangan panas. 

            Seekor unta dromedary dapat bertahan terhadap sangat berkurangnya air, lebih dari sepertiga berat badan dapat hilang. Ia dapat hidup lebih lama tanpa air daripada hewan manapun. Air dihisap dari jaringan dan sel-sel, sedangkan kadar serum darah hampir konstan, sehingga darah tetap bersirkulasi tanpa halangan. 

             Unta baktria yang dijinakkan bertubuh lebih berat dan berbulu lebih panjang daripada unta dromedari terutama di atas kepala, tengkuk, bahu dan punuk-punuknya. Warnanya umumnya coklat tua mulus, namun dikenal juga yang berwarna coklat muda bahkan putih. Unta baktria sangat tahan terhadap iklim dingin. Kulit bulu saljunya tebal sekali dan ia berganti bulu pada musim semi. 

            Unta baktria liar digurun berpasir Mongolia berbeda karena warna gurunnya yang seragam, kulit bulunya yang lebih tipis, punuk-punuk lebih kecil, perkembangan yang lemah dari kapalan di kaki dan tak adanya kapalan di dada. 

Sumber : Ensiklopedia Mamalia

No comments:

Post a Comment